Pasar makanan dan minuman Thailand masih tumbuh pada 2026, tetapi pasar yang lebih besar tidak berarti setiap restoran lebih mudah menghasilkan uang. KResearch memperkirakan nilainya sekitar THB 682 miliar, naik 3,9% dari tahun sebelumnya, sementara persaingan dan biaya operasional yang tinggi terus menekan margin.
Data konsumsi tidak bertentangan dengan gambaran itu. Bank of Thailand melaporkan konsumsi swasta meningkat pada Juli 2026, termasuk pengeluaran jasa dan restoran. Pada saat yang sama, inflasi inti sedikit naik karena biaya yang lebih tinggi mulai diteruskan ke makanan siap saji dan bahan memasak.
Karena itu restoran bisa terlihat ramai tanpa menjadi lebih menguntungkan. Jika porsi lebih besar dari setiap baht yang diterima habis untuk bahan baku, tenaga kerja, sewa, listrik, promosi, atau kanal penjualan, laba bisa tertinggal dari pertumbuhan penjualan.
Penjualan bisa tumbuh tanpa diikuti laba
Dalam akuntansi, Revenue (pendapatan penjualan) berada di bagian atas laporan laba rugi. Laba adalah sisa setelah berbagai lapisan biaya dikurangi. Penjualan menunjukkan berapa banyak yang terjual, bukan berapa banyak yang akhirnya dapat dipertahankan bisnis.
Ukuran yang lebih berguna adalah Profit Margin (margin laba). Jika penjualan naik 10% tetapi total biaya tumbuh lebih cepat, laba bisa tetap atau turun. KResearch mencatat pada September 2026 bahwa beberapa operator besar menambah pendapatan dan cabang sementara laba bersih melemah pada paruh pertama tahun tersebut.
Tekanan muncul di antara biaya tinggi dan daya penetapan harga yang terbatas
Masalahnya bukan hanya biaya yang naik, tetapi seberapa besar biaya itu bisa diteruskan ke pelanggan. Krungsri Research menyoroti tekanan dari bahan baku, energi, sewa, listrik, dan tenaga kerja ketika konsumen tetap berhati-hati dan sensitif terhadap harga.
Di sinilah Pricing Power (daya penetapan harga) penting. Restoran yang bisa menaikkan harga tanpa kehilangan banyak permintaan memiliki ruang lebih besar. Di segmen yang sangat kompetitif dengan banyak alternatif, ruang itu lebih sempit. Jika harga hanya bisa naik sebagian, sisa kenaikan biaya akan diserap oleh margin.
Persaingan bisa menaikkan penjualan dan biaya sekaligus
Persaingan restoran bukan hanya soal rasa. Harga, promosi, nilai, lokasi, pengalaman, dan kemudahan juga menjadi faktor. KResearch memperkirakan Thailand akan memiliki lebih dari 700.000 gerai makanan dan minuman pada 2026, di luar pedagang kaki lima dan food truck. Dalam delapan bulan pertama, 3.263 usaha baru terdaftar, naik 20%, sementara pembatalan usaha naik menjadi 491, atau 11% lebih tinggi.
Lebih banyak gerai dan promosi bisa menaikkan penjualan, tetapi biaya untuk menghasilkan penjualan itu juga bertambah. Jika penjualan tambahan memiliki margin lebih rendah, pendapatan bisa tampak tumbuh jauh lebih cepat daripada laba.
Jaringan besar dan restoran independen menghadapi perhitungan yang berbeda
Jaringan besar bisa memperoleh daya tawar dari pembelian bahan baku dalam volume besar dan menyebarkan risiko ke berbagai lokasi, merek, dan kanal. Operator kecil lebih terpapar biaya energi dan bahan baku yang tinggi sambil bersaing dengan jaringan yang terus berekspansi.
Ini bukan berarti restoran kecil tidak bisa bersaing. Artinya, tingkat penjualan yang sama dapat menghasilkan laba yang sangat berbeda tergantung struktur biaya, daya beli, dan efisiensi operasi.
Restoran yang penuh tidak menceritakan seluruh kondisi bisnis
Jumlah pelanggan yang terlihat hanyalah satu potret. Ukuran lain yang penting adalah nilai transaksi rata-rata, kunjungan ulang, besarnya diskon, biaya makanan, biaya tenaga kerja terhadap penjualan, sewa, utilitas, limbah, dan efisiensi persediaan.
Restoran bisa penuh karena promosi besar. Jika belanja rata-rata turun saat biaya bahan naik, tambahan pelanggan mungkin tidak cukup menutup hilangnya margin. Restoran lain dengan pelanggan lebih sedikit tetapi bauran produk dan kontrol biaya yang lebih baik bisa menghasilkan laba lebih tinggi.
Peluangnya bukan hanya menjual lebih banyak
Ketika menaikkan harga sulit, pilihan lain adalah meningkatkan kualitas setiap baht pendapatan. Krungsri Research menunjuk sistem Point of Sale (POS) untuk pengelolaan persediaan dan biaya serta Artificial Intelligence (AI) untuk menganalisis penjualan dan perilaku konsumen agar harga dan promosi lebih tepat.
Teknologi bukan solusi otomatis. Teknologi tetap membutuhkan data yang andal, proses yang tepat, dan investasi yang masuk akal secara ekonomi. Namun di pasar yang sangat kompetitif, mengelola margin bisa sama pentingnya dengan menambah penjualan.
Apa yang perlu dipantau berikutnya
Pertanyaan utamanya bukan hanya seberapa cepat pasar restoran tumbuh, tetapi seberapa besar pertumbuhan itu berubah menjadi laba. Hal yang perlu dipantau mencakup daya beli dan frekuensi makan di luar, biaya bahan baku dan energi, intensitas promosi, serta jarak antara pertumbuhan pendapatan dan laba.
Data Juli dari Bank of Thailand menunjukkan bahwa permintaan dan tekanan biaya dapat meningkat bersamaan. Restoran yang ramai atau penjualan yang naik hanya setengah cerita. Setengah lainnya adalah berapa laba yang tersisa dari setiap tambahan 100 baht penjualan.



